Information Call • 0819 32 66 3690 •

Sejarah Martabak65a " Your Legendary Martabak"

Bermula dari seorang pemuda bernama Agustinus yang berkelana dari kota Bandung ke Jakarta pada tahun 70an untuk mengadu nasib di ibukota. Pada awalnya Beliau hanya menjadi sales obat. tetapi dengan bermodalkan ilmu martabak yang didapatkan dari kakaknya di bandung akhirnya beliau mencoba untuk berjualan martabak dimana pada waktu itu masih belum ada martabak di Jakarta, kalaupun ada hanya segelintir saja dan itu menjadikan martabak yang didirikan beliau adalah salah satu pelopor di Jakarta

Beliau sendiri lah yang akhirnya menemukan tempat di jalan pecenongan raya, dimana pada jaman tahun 80an tersebut pecenongan awalnya juga masih sepi baru ada beberapa kaki lima saja dan sebagian tanah masih rawa-rawa dan belum ada hotel redtop, tapi semakin lama pecenongan akhirnya menjadi salah satu pusat jajanan kuliner di Jakarta pada waktu itu dan menjadi pusat kumpul-kumpul anak muda.

Dan seiring semakin ramainya daerah pecenongan pada jaman itu, maka semakin terkenal juga martabak yang didirikan beliau yang pada awalnya diberi nama Martabak Bandung Asli Pecenongan No 65A. Tetapi karena kebiasan masyarakat yang biasa menyebut nama jalan, Maka martabak beliau juga suka di sebut Martabak Pecenongan. dan karena kepopuleran martabak yang didirikan beliau di jalan pecenongan raya. ada beberapa orang yang turut menggunakan nama pecenongan untuk berjualan martabak. mereka meniru mulai dari nama, desain kotak martabak, seragam pegawai, dan meniru menu. itu semua karena kepopuleran martabak yang telah beliau pertahankan dari dulu hingga sekarang.

Tetapi karena kesungguhan beliau dalam menjaga kualitas dan rasa martabak akhirnya masyarakat pun tahu perbedaannya yang mana asli dan mana yang peniru. Dan beliau juga tidak suka latah ikutan tren dimana pada waktu tahun 2000an banyak tren martabak dengan topping yang berwarna-warni. Karena dengan kesungguhan beliau maka bisnis martabaknya memiliki jati diri dan dapat bertahan sampai sekarang, meski dengan harga yang cukup premium dibandingkan martabak lain tapi tidak memupuskan strategi beliau untuk tetap konsisten menjaga harga dan kualitas yang akhirnya menciptakan pasar premium sendiri.

Memasuki tahun 2007 dengan mulai keterlibatan anaknya yang lulusan desain grafis dan telah bekerja di percetakan terkemuka di Indonesia, Martabak beliau mulai di Rebranding dengan menggunakan nama Martabak65a. Dari semua desain mulai ditanganinya mulai dari logo, desain menu, desain box, desain kostum, desain spanduk, dll. dan dengan semakin populernya sosial media yang semakin berkembang di Indonesia stragegi marketing dengan menggunakan sosial media juga di pegang anaknya yang bernama danniel. berbagai sistem juga sudah mengalami perubahan meski belum sepenuhnya bisa di realisasi tetapi semua dalam proses ke arah yang lebih baik dan modern.

Dan ternyata strategi marketing dan perubahan sisterm yang dijalankan Danniel tidak sia-sia. Pada tahun 2013 kemarin tepatnya 29 agustus 2013, Martabak 65A meluncurkan menu baru yang sangat asing sekali di kuping masyarakat Indonesia, Yaitu martabak toblerone dan martabak nutella, siapapun tidak ada yang menyangka dengan kombinasi topping martabak dengan coklat premium yang sudah terkenal di dunia dan marketing melalui sosial media dapat menghebohkan jagat kuliner Indonesia. Masyarakat dari segala penjuru Indonesia bahkan orang Indonesia yang berada di luar negri juga mengetahui kehebohan yang terjadi di Indonesia. Dari data beberapa pelanggan yang kami tanyakan ada beberapa orang yang khusus datang dari luar kota ke Jakarta hanya untuk mencicipi Martabak toblerone dan Martabak Nutella dari Martabak65a.

Kehebohan ini akhirnya banyak mengundang media massa untuk meliput Martabak65a, dari media televisi, media cetak, media internet, media radio, dan beberapa food blogger meliput Martabak65a. Dan juga banyak para artis Indonesia yang ikut penasaran dengan rasa topping baru tersebut rela mengantri untuk mendapatkan martabak toblerone dan martabak nutella dari Martabak65a.

Cukup membanggakan bagi beliau adalah karena selain beliau adalah sebagai pelopor yang menaikkan citra martabak sebagai makanan nasional yang dapat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia. Martabak adalah satu- satunya makanan nasional yang disejajarkan dengan tren Makanan 2013-2014 di Indonesia yang sebagian besar adalah jenis makanan adopsi dari luar negri.

Dan semua itu tidak terlepas dari persaingan yang akan dihadapi, dan kami mengerti benar konsep meniru dalam persaingan bisnis. Dengan banyaknya yang meniru martabak toblerone dan nutella membuat kami semangat untuk tetap menjaga jati diri kami dan terus berinovasi. Kami cukup senang dengan banyaknya martabak lain yang juga menjual toblerone dan nutella karena tentunya kami tidak dapat menjangkau semua khalayak. Asalkan mereka memiliki jati diri mereka masing-masing.

Mari Kita Jaga Warisan Makanan Nasional untuk Anak Cucu Indonesia

 

 

 

Salam Sukses,

Martabak65a